Rendang Sebanyak 1Ton Dari Warga Sumatera Barat Untuk Para Korban Gempa Di Lombok

Sebuah berita gempa di lombok dan kondisi – kondisi korban bencana alam itu menghebohkan seluruh warga diindonesia, begitupula dengan pemerintah dan masyarakat-masyarakat di provinsi sumatera barat. Meskipun berada jauh dari lokasi bencana tersebut mereka semua berupaya turut membantu untuk mengurangi beban para korban bencana alam itu.

Salah satu bantuan yang diberikan dengan menyediakan lauk pauk untuk dikonsumsi para korban gempa di lombok, Mereka semua mengumpulkan rendang sebanyak 1 ton untuk dikirimkan kelokasi kejadian yaitu lombok di Nusa Tenggara Barat, NTB.

Rendang Sebanyak 1Ton Dari Warga Sumatera Barat Untuk Para Korban Gempa Di Lombok

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga turut menerima beberapa sumbangan dari masyarakat – masyarakat yang peduli dengan korban – korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat. Dagin Rendah yang sudah terkumpulkan itu akan segera diantarkan langsung ke lokasi bencana alam untuk diserahkan kepada unit satuan yang bertugas di lapangan.

Unit satuan yang bertugas di lapanganlah yang nantinya akan membagikan seluruh pasokan makanan dan sumbangan kepada korban – korban bencana alam di lapangan. Selain menyalurkan bantuan, Wagub ( wakil gubernur ) juga meninjaukan keadaan warga – warga yang merantau disana dan juga keturunan asli Minang di NTB.

Berdasarkan dengan data IKBK ( Ikatan Keluarga Bundo Kanduang ) NTB, sejumlah perantau dan juga keturunan asli dari minang diprovinsi seribu mesjid itu berjumlah sekitar 30ribu orang.

Bantuan yang berupa makanan dan sejenisnya untuk korban bencana alam tersebut merupakan salah satu dari ciri khas masyarakat Sumatera Barat yang sudah dimulai sejak Gempa yang terjadi di ACEH pada tahun 2016 silam. dan pada saat itu Gubernur Sumetara Barat yang bernama IRWAN PRAYITNO mengusulkan pengumpulan rendang untuk langsung dikirimkan kepada korban – korban gempa LOMBOK. Rendang dipilih karena memang memiliki cita rasa yang sangat lezat dan akan tahan lama sampai dengan satu bulan lamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *